Artikel

Kelebihan dan Kekurangan Kemasan Kaca untuk Produk

08 Mar 2020 Oleh Heni Nurhayati
Daftar Isi 2 bagian
  1. 01 Kelebihan Kemasan Berbahan Kaca
  2. 02 Kekurangan Kemasan Berbahan Kaca

Kemasan berbahan kaca bisa dibentuk menjadi beragam wadah, seperti botol, jar, maupun toples. Kemasan ini umum digunakan untuk mengemas produk makanan maupun minuman karena tidak mengubah rasa.

Selama kemasan tidak retak atau tutupnya tidak terbuka, produk di dalamnya tetap aman dari cairan maupun bau dari luar. Namun, kemasan kaca juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda ketahui.

Kelebihan Kemasan Berbahan Kaca

1. Dapat Didaur Ulang

Kaca bisa didaur ulang berkali-kali tanpa mengurangi kualitasnya. Memilih bahan yang awet dan bisa didaur ulang membantu menjaga kelestarian lingkungan.

2. Ruang Penggunaan yang Lebih Luas

Kaca punya ruang lingkup penggunaan yang sangat luas sebagai bahan kemasan. Bahan ini bisa dipakai untuk mengemas makanan, minuman, kosmetik, minyak, hingga produk kimia cair.

3. Memiliki Nilai Estetik yang Tinggi

Kaca mampu menyerap dan membiaskan cahaya sehingga tampil transparan dan menambah nilai estetik kemasan. Dari sisi estetika, kaca bisa dibentuk menjadi berbagai gaya.

Bahkan setelah isinya habis, bekas kemasan kaca bisa diubah menjadi barang-barang unik dan serbaguna.

4. Tahan terhadap Perubahan Cuaca

Kaca tahan terhadap perubahan cuaca dan terik matahari yang bisa merusak isi produk. Produk di dalamnya jadi lebih terjaga dan awet.

Bahan ini juga bebas karat dan tidak mudah terdegradasi oleh efek kimia maupun lingkungan sekitar.

5. Bisa Digunakan Berulang Kali

Botol plastik umumnya hanya untuk sekali pakai dan berisiko jika digunakan kembali. Berbeda dengan botol kaca yang bisa dipakai ulang sebagai kemasan benda lain setelah isinya habis.

Kaca juga mudah dibersihkan karena permukaannya mengkilap, halus, dan tahan debu, sehingga tidak mudah rusak saat dibersihkan.

Kekurangan Kemasan Berbahan Kaca

1. Rapuh

Kaca terlihat kokoh, tetapi sebenarnya cukup rapuh. Benturan keras bisa membuat kemasan kaca pecah, sehingga kurang mampu menahan beban berat. Bahan ini juga rentan terhadap suhu tinggi.

2. Lebih Berat

Kemasan kaca cenderung lebih berat dibanding kemasan plastik atau kertas. Beban yang lebih berat ini membuat biaya pengiriman ikut meningkat.

3. Tidak Semua Bahan Kaca Bisa Didaur Ulang

Meski kaca bisa didaur ulang, tidak semua jenisnya bisa diproses dengan mudah. Beberapa bahan kaca sulit didaur ulang karena telah mengalami penambahan bahan baku tertentu.

Itulah kelebihan dan kekurangan kemasan berbahan kaca, mulai dari tampilan yang estetik hingga risiko mudah rapuh dan pecah. Dengan mengetahui hal ini, Anda bisa memilih kemasan yang tepat untuk produk Anda.

Sedang mencari kemasan berbahan kaca untuk produk Anda? Kunjungi gudangkemasan.com, distributor kemasan terpercaya dan terlengkap di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.