Sekarang ini, bukan hanya produk fashion dan gadget yang laris dijual online. Bisnis kue dan bakery juga makin ramai dipasarkan lewat toko online. Karena itu, kemasan kue yang aman menjadi kunci penting supaya produk sampai ke pembeli dalam kondisi utuh.
Banyak pelaku usaha kue bertanya, bagaimana cara membuat kemasan yang membuat kue tidak rusak selama proses pengiriman? Artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut lewat beberapa tips praktis yang bisa langsung Anda terapkan.
Tips Memilih Kemasan Kue yang Aman & Awet
1. Perhatikan Tekstur dan Ukuran Kue
Sebelum memilih kemasan, perhatikan dulu tekstur kue yang akan dikirim. Pilih kue bertekstur agak keras dan renyah karena jenis ini lebih tahan lama selama perjalanan.
Jika kue Anda bertekstur lembut dan basah, daya tahannya memang lebih singkat. Sebaiknya Anda memilih jasa ekspedisi dengan layanan pengiriman satu hari sampai tujuan, misalnya JNE YES atau Tiki ONS.
2. Jaga Jarak Waktu antara Produksi dan Pengiriman
Usahakan waktu produksi dan pengiriman kue tidak berjarak terlalu jauh. Semakin dekat waktunya, semakin kecil risiko kue rusak di jalan.
Misalnya, jika kue akan dikirim pagi hari, Anda bisa memproduksinya sore hari sebelumnya (H-1). Dengan cara ini, kue sampai ke konsumen dalam keadaan masih segar dan kualitasnya tetap terjaga.
3. Pilih Bahan dan Metode Kemasan yang Tepat
Bahan kemasan dan cara mengemas sangat memengaruhi ketahanan kue. Untuk kue kering, gunakan toples kedap udara agar kue tidak cepat melempem.
Kalau Anda memakai toples plastik mika, rekatkan bagian sekelilingnya dengan isolasi atau plester bening. Anda juga bisa membungkus kue dengan plastik bening, mengikatnya rapi, lalu memasukkannya ke dalam kotak kemasan.
Pastikan kue tertata rapat di dalam kemasan. Ruang kosong yang tersisa bisa membuat kue bergeser dan akhirnya hancur selama pengiriman.
4. Lapisi Kemasan dengan Kotak atau Kardus yang Kuat
Untuk pengiriman jarak jauh, lapisi kemasan produk dengan kotak atau kardus yang cukup tebal. Langkah ini melindungi isi kue dari benturan selama perjalanan.
Sebelum memasukkan kemasan ke dalam kotak, tambahkan lapisan styrofoam atau ganjalan kertas koran. Ganjalan ini membuat kardus lebih rapat dan kue lebih terlindungi.
5. Perlakukan Proses Pengiriman secara Khusus
Terakhir dan tak kalah penting, perlakukan proses pengiriman kue secara istimewa. Kue yang dikirim dengan hati-hati akan tetap fresh dan enak saat disajikan kepada konsumen.
6. Pilih Jasa Ekspedisi dan Pertimbangkan Asuransi Pengiriman
Selain kemasan, pemilihan jasa ekspedisi turut menentukan kondisi kue saat sampai ke pembeli. Untuk kue yang rentan hancur, pilih layanan pengiriman dengan penanganan khusus barang mudah pecah atau fragile, dan pertimbangkan menambahkan asuransi pengiriman untuk pesanan bernilai tinggi.
Komunikasikan juga kepada kurir bahwa paket berisi makanan yang mudah rusak, agar mereka lebih berhati-hati saat menyusun dan mengangkut barang di kendaraan pengiriman.
7. Cantumkan Label Peringatan pada Kemasan Luar
Tempelkan stiker “mudah pecah” atau “jangan dibalik” pada bagian luar kardus agar kurir dan penerima tahu cara menangani paket dengan benar. Langkah sederhana ini sering diabaikan pelaku usaha kue online, padahal cukup efektif mengurangi risiko kerusakan selama perjalanan.
8. Kesalahan yang Sering Terjadi saat Mengemas Kue untuk Pengiriman
Beberapa kesalahan umum yang perlu Anda hindari antara lain: mengemas kue terlalu longgar sehingga bergeser di dalam kotak, menggunakan kardus bekas yang sudah lembek dan tidak kokoh lagi, serta tidak memberi jeda waktu pendinginan yang cukup sebelum kue dikemas rapat, sehingga uap panas terjebak dan membuat kue lembap.
Dengan memperhatikan detail-detail ini, kue yang Anda kirim akan lebih terjamin sampai dalam kondisi baik dan meningkatkan kepercayaan pelanggan pada bisnis Anda.
9. Pilih Ukuran Kotak yang Pas dengan Jumlah Kue
Kotak yang terlalu besar untuk jumlah kue yang sedikit membuat isi di dalamnya lebih mudah bergeser dan berbenturan selama perjalanan. Sebaliknya, kotak yang terlalu kecil berisiko membuat kue tertekan dan bentuknya rusak. Sesuaikan ukuran kotak dengan jumlah dan bentuk kue secara presisi.
Jika Anda menjual kue dalam berbagai varian ukuran, sediakan beberapa pilihan ukuran kotak agar setiap pesanan bisa dikemas dengan pas tanpa perlu mengakali ruang kosong secara berlebihan.
10. Uji Coba Kemasan Sebelum Digunakan Secara Rutin
Sebelum menggunakan satu jenis kemasan secara rutin untuk semua pesanan, lakukan uji coba pengiriman ke beberapa kota dengan jarak berbeda. Cara ini membantu Anda mengetahui apakah kemasan yang dipilih benar-benar mampu melindungi kue dengan baik dalam kondisi pengiriman nyata, bukan hanya asumsi di atas kertas.
11. Siapkan Cadangan Kemasan untuk Pesanan Mendadak
Selalu sediakan stok kotak, toples, dan bahan pengemas cadangan agar Anda tidak kelabakan saat menerima pesanan mendadak. Kehabisan kemasan di saat genting bisa membuat Anda terpaksa memakai kemasan seadanya yang berisiko tidak melindungi kue dengan optimal.
12. Beri Instruksi Penyimpanan pada Kemasan
Cantumkan instruksi singkat seperti “simpan di tempat sejuk” atau “konsumsi dalam 3 hari” pada label kemasan kue Anda. Informasi ini membantu konsumen menjaga kualitas kue setelah diterima, sekaligus mengurangi risiko komplain akibat kue rusak karena cara penyimpanan yang keliru.
Terapkan tips-tips di atas secara konsisten agar setiap kue yang Anda kirim selalu sampai dalam kondisi terbaik, sehingga kepuasan dan kepercayaan pelanggan terhadap bisnis kue Anda terus meningkat.
Itulah beberapa tips memilih kemasan kue yang aman dan awet dari kami. Jika Anda pelaku bisnis kue dan membutuhkan toples untuk kemasan produk, Anda bisa memesannya langsung di gudang kemasan kami.
Belum menemukan toples yang sesuai dengan kebutuhan usaha kue Anda? Silakan datang langsung ke toko gudang kemasan kami dan pesan toples sesuai keinginan Anda.