Kemasan produk adalah hal pertama yang dilihat konsumen, dan hal ini menentukan ketertarikan mereka untuk membeli produk. Produk yang kurang dikemas dengan baik tentu kurang dilirik konsumen.
Kemasan makanan ergonomis dan menarik akan berfungsi sebagai ikon yang membuat pelanggan selalu ingat dengan produk yang dijual.
Kemasan produk di sektor industri menduduki peran terpenting dalam distribusi dan pemasaran hasil produksi. Begitu juga pada industri makanan ringan, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai wadah atau pelindung, tetapi juga mempermudah distribusi serta memberi kenyamanan kepada konsumen.
Berikut 6 tips jitu membuat kemasan makanan Anda menjadi lebih menarik.
6 Tips Ampuh Membuat Kemasan Makanan Jadi Menarik
Kreatif dan Ergonomis
Desain kemasan makanan harus inovatif dan kreatif, serta mempermudah konsumen saat membawa dan mengonsumsinya. Saat ini konsumen lebih mengutamakan nilai kepraktisan. Kemasan makanan ergonomis yang mudah dibuka, digenggam, dan disimpan kembali punya nilai lebih di mata konsumen.
Warna dan Ciri Khas
Warna yang cerah dan menarik pada kemasan produk membuat kemasan terlihat lebih menonjol. Efek mengkilap dari warna kemasan memberi kesan mewah dan bermutu.
Untuk lebih menarik konsumen, pilihlah kemasan yang berbeda dan unik. Jadikan kemasan sebagai salah satu ciri khas produk Anda. Bentuk kemasan yang unik membuat pelanggan selalu ingat, bahkan menjadikan produk Anda ikon di kategorinya.
Informasi yang Jelas
Cantumkan informasi yang singkat dan jelas tentang produk di dalam kemasan, seperti petunjuk penggunaan dan manfaat produk.
Penting juga bagi pelaku bisnis makanan ringan mencantumkan data legalitas dari lembaga pemerintah yang berwenang, seperti Dinas Kesehatan atau Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Ukuran yang Sesuai
Sesuaikan ukuran kemasan dengan ukuran produk yang dijual. Hindari kemasan yang terlalu besar atau terlalu kecil agar produk tidak rusak dan tetap sesuai kebutuhan konsumen.
Kemasan Spesial di Momen Tertentu
Tak lengkap rasanya menjual produk dengan kemasan menarik tanpa promosi apa pun. Cobalah jeli melihat momen acara besar yang sedang berlangsung.
Misalnya saat hari raya, tidak ada salahnya memberikan kemasan spesial dengan warna, desain, hingga penawaran promo yang menarik.
Sesuaikan dengan Target Konsumen
Kemasan produk yang tampil mewah biasanya memiliki biaya produksi lebih tinggi, sehingga bisa memberatkan harga jual ke konsumen.
Karena itu, sebelum membuat kemasan, pertimbangkan dulu target konsumen yang dibidik. Kemasan mewah dengan harga tinggi cocok untuk target kelas menengah ke atas, namun bisa sulit bersaing jika target Anda kelas menengah ke bawah.
Memilih Jenis Kemasan Sesuai Karakter Makanan
Selain enam tips di atas, jenis makanan yang dijual juga menentukan bahan kemasan yang paling cocok digunakan.
- Makanan kering atau ringan – standing pouch atau kemasan aluminium foil menjaga kerenyahan lebih lama karena tahan terhadap udara dan kelembapan.
- Makanan beku – dibutuhkan kemasan yang tahan suhu rendah dan tidak mudah bocor selama penyimpanan maupun pengiriman, seperti dibahas pada panduan kemasan frozen food.
- Saus atau makanan cair – botol kaca atau plastik dengan tutup rapat lebih aman digunakan agar tidak tumpah saat distribusi.
Perencanaan desain kemasan yang matang juga sebaiknya dibarengi dengan riset visual, seperti dijelaskan pada panduan kiat memilih desain kemasan produk agar tampilan dan fungsi kemasan makanan Anda benar-benar seimbang.
Kesalahan yang Sering Terjadi pada Kemasan Makanan
- Menggunakan bahan kemasan yang tidak food grade demi menekan biaya produksi.
- Tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa dengan jelas, sehingga membingungkan konsumen.
- Desain kemasan terlalu ramai sehingga nama produk justru kurang terlihat.
Itulah tips memilih kemasan makanan yang ergonomis dan menarik perhatian konsumen. Perhatikan juga kualitas bahan agar produk Anda tetap aman dan tahan lama sampai ke tangan pembeli.
Menguji Kemasan Sebelum Produksi Massal
Sebelum mencetak kemasan dalam jumlah besar, lakukan uji coba pada sampel kecil terlebih dahulu. Perhatikan apakah warna cetak sesuai desain, apakah kemasan mudah dibuka dan ditutup kembali, serta apakah ukurannya benar-benar pas dengan produk.
Uji coba ini membantu menghindari pemborosan biaya produksi akibat kesalahan yang baru diketahui setelah kemasan dicetak dalam jumlah besar.
Pengaruh Kemasan terhadap Harga Jual Produk Makanan
Kemasan yang dirancang dengan baik memberi kesan nilai tambah pada produk, sehingga memungkinkan Anda menetapkan harga jual lebih tinggi dibanding kompetitor dengan kemasan seadanya. Konsumen cenderung bersedia membayar lebih untuk produk yang terlihat rapi, aman, dan profesional, meski isi dan rasa produknya serupa.
Kemasan Ramah Lingkungan sebagai Nilai Tambah
Semakin banyak konsumen yang mempertimbangkan aspek lingkungan saat memilih produk makanan. Kemasan yang bisa didaur ulang atau menggunakan bahan minim plastik bisa menjadi nilai jual tambahan, terutama bagi bisnis kuliner yang menyasar konsumen urban dengan kesadaran lingkungan tinggi.
Konsultasi Kemasan untuk Bisnis Makanan Anda
Jika Anda masih bingung menentukan jenis dan bahan kemasan yang paling sesuai dengan produk makanan Anda, jangan ragu berkonsultasi dengan penyedia kemasan berpengalaman. Gudang Kemasanku siap membantu Anda memilih kemasan yang tepat dari segi fungsi, tampilan, maupun anggaran produksi, sehingga produk makanan Anda tampil lebih menarik dan tetap terjangkau bagi bisnis Anda.
Menyesuaikan Kemasan dengan Skala Produksi Bisnis Kuliner
Bisnis kuliner rumahan dengan produksi terbatas biasanya cukup memakai kemasan siap pakai dari pasaran, sementara bisnis yang sudah berskala menengah hingga besar lebih diuntungkan dengan kemasan custom bermerek. Pertimbangkan volume produksi bulanan Anda sebelum memutuskan investasi pada kemasan custom, agar biaya kemasan tetap proporsional dengan skala penjualan.
Diskusikan juga dengan penyedia kemasan mengenai opsi minimal order yang paling sesuai dengan kapasitas produksi Anda saat ini, sehingga stok kemasan tidak menumpuk atau justru kekurangan di tengah proses produksi.