
Tak dapat disangkal, apabila pandemi telah mengubah semua hal. Termasuk membuat usaha kecil manjadi terhantam sehingga banyak yang kemudian harus menutup bisnis atau usaha yang telah dijalankan bertahun-tahun. Bisnis-bisnis berskala kecil yang tetap bisa bertahan ternyata menerapkan berbagai strategi. Salah satunya mengkombinasikan antara inovasi serta imajinasi.
Biro Statistik Australia merilis sebuah data yang menunjukan 33 persen bisnis berskala kecil mengalami penurunan pendapatan sampai lebih dari 50 persen dalam setahun terakhir. Meski begitu, masih banyak bisnis kecil yang tetap bertahan. Sebetulnya apa sih yang membuat mereka mampu tetap survive dalam kondisi yang krisis seperti sekarang ini? Simak penjelasan berikut selengkapnya.
1. Beradaptasi Segera

Kemampuan beradaptasi yang dimiliki oleh bisnis kecil menjadi salah satu faktor mengapa bisnis tetap mampu bertahan dikala kondisi krisis melanda. Dilansit dari The Lighthouse, sebagaimana yang diungkapkan Macquarie University Australia, di Australia ada banyak usaha kecil yang melakukan adaptasi sambil memodifikasi bentuk bisnisnya. Sehngga mampu melampaui kinerja sebelumnya dengan membuat strategi yang lebih proaktif.
Adaptasi sangat diperlukan untuk menjaga bisnis tetap mampu bertahan di tengah kondisi krisis. Seperti pandemi yang beberapa bulan ini melanda. Misalnya saja dengan memperluas jangkauan pemasaran.
2. Ubah Model Bisnis
Umumnya bisnis berskala kecil tidak mempekerjakan karyawan lebih dari 20 orang, misalnya saja usaha rumahan, toko roti, restoran keluarga, tempat kebugaran, jasa laundry, toko perhiasan, dan sebagainya. Dengan munculnya pandemi dan krisis membuat banyak pelaku bisnis kecil yang kemudian mulai mengubah model bisnisnya atau diversifikasi. Misalnya saja sebuah restoran yang mengubah beberapa menunya agar lebih aman ketika dilakukan pesan antar.
3. Digitalisasi

Kebanyakan bisnis berskala kecil di Australia sudah menerapkan digitalisasi di bisnisnya bahkan sebelum pandemi merebak. Biasanya hal tersebut dilakukan dengan memanfaatkan platform media sosial hingga website. Hal tersebut membantu sebagian besar pelaku bisnis kecil yang ada di Australia agar bisa lebih terlibat lebih dekat dengan target konsumen mereka.
Kehadiran bisnis secara online, mampu membantu membuat diversifikasi rebranding, hingga penawaran produk. Bahkan memudahkan agar terhubung bersama konsumen baru tak hanya di pasar domestik saja tetapi hingga ke berbagai negara di luar negeri.
Agar membantu bisnis kecil berkembang di masa mendatang, sangt perlu mengubah fokusnya. Sehingga mampu menciptakan bisnis baru, memangkas biaya produsi dan membuat arus kas lebih terkontrol.
Untuk menjaga kebangkitan dan pemulihan tersebut tetap bertahan, bisnis-bisnis dengan skala kecil perlu sekali memaksimalkan bantuan dari pemerintah ataupun fokus pada pengembangan skill yang ditawarkan banyak pihak. Selanjutnya, pelaku bisnis juga perlu mengembangkan bisnis yang dijalankan dengan lebih cerdas menggunakan sistem digital. Agar bisa tetap menjaga bisnis tetap bertahan ketika menghadap new normal.